Switch adalah perangkat jaringan yang berfungsi untuk menghubungkan beberapa perangkat dalam suatu jaringan komputer. Switch bekerja pada lapisan data link (lapisan kedua) dari model OSI. Switch memproses dan mengarahkan paket data berdasarkan alamat MAC (Media Access Control) yang terkandung dalam frame data.
Sederhananya, switch memungkinkan perangkat-perangkat di dalam jaringan seperti komputer, printer, dan server untuk saling berkomunikasi dan bertukar data secara efisien. Switch juga membantu mengurangi tabrakan data (collision) dan meningkatkan kinerja jaringan dengan mengirimkan data hanya kepada perangkat yang dituju, bukan ke semua perangkat dalam jaringan.
CONTOH GAMBAR SWITCH:
JENIS JENIS SWITCH
- Switch layer 2
- Switch layer 3
Tujuan Menggunakan Switch
Seiring berkembangnya zaman dan teknologi menjadikan penggunaan switch semakin meningkat. Sebab, semakin banyak pengguna komputer yang memahami apa itu switch dan tujuan penggunaannya.
Ada juga beberapa tujuan menggunakan switch :
- Mengurangi beban kerja di masing-masing PC host.
- Membantu meningkatkan kinerja pada jaringan.
- Jaringan yang memakai switch akan mempunyai lebih benturan frame lebih kecil. Sebab adanya switch menjadikan collision domain pada setiap koneksi.
- Switch bisa dihubungkan secara langsung dengan workstation.
Switch ada 2 menurut OSI (Open System Interconnection), yaitu: unmanaged dan manageble
Unmanaged switch atau dumb switch merupakan jenis switch yang hanya memiliki fungsi dasar dari sebuah switch. Switch jenis ini tidak memiliki fitur manajemen dan konfigurasi yang rumit. Switch ini biasanya hanya memiliki fungsi plug-and-play, sehingga mudah digunakan bahkan oleh pengguna yang tidak terlalu berpengalaman. Unmanaged switch biasanya digunakan pada jaringan yang sederhana, seperti jaringan kecil atau rumahan tapi secara kemampuan tetap lebih baik dibandingkan dengan HUB.
Sedangkan managable switch adalah jenis switch yang dilengkapi dengan fitur manajemen dan konfigurasi. Switch ini biasanya dilengkapi dengan antarmuka web atau antarmuka command line interface (CLI) yang memungkinkan pengguna untuk mengatur dan mengkonfigurasi berbagai fitur pada switch tersebut, seperti Port reservation, VLAN (virtual LAN), Quality of Service (QoS), dan beberapa fitur lainnya. Managed switch biasanya digunakan pada jaringan yang kompleks, seperti jaringan besar atau jaringan yang memiliki kebutuhan khusus.
contoh topologi nya :
Alat:
-Switch
-Laptop atau komputer
-konverter usb to lan
-kabel utp yang telah di crimping
Langkah-Langkah Cara Menghubungkan 2 komputer
- sambungkan komputer dengan kabel utp
- Lalu kalian masuk ke settings dan cari Network dan Internet
- Ketika sudah akan muncul tampilan seperti gambar dibawah dan klik ethernet.
- Lalu ada tulisan IP ASSIGNMENT kalian klik edit lalu ubah menjadi manual .
- Lalu kalian klik IPv4 dan isi di bagian IP ADDRESS , SUBNET MASK , GATEWAY DAN DNS
- Ketika sudah,kalian klik windows + R di klik bareng dan ketik cmd.
- Lalu ketik ping dengan ip laptop yang lain nya.
- jika muncul tulisan reply from maka itu berhasil.
- Jika tidak bisa atau gagal kalian search windows defender firewall
- Lalu klik turn windows defender firewall on or off